ATM Di Dompet, Saldo Rekening Berkurang, Tergolong Bahayakah Ini?

Author - March 15, 2015

Hai bagaimana dengan anda, ATM di dompet, saldo rekening berkurang, tergolong bahayakah ini? Ya, benar sekali, sudah tentu bahaya ya, karena uang saldo yang berkurang tanpa sepengetahuan ATM. Hehehehe. Mungkin anda pernah mengalami hal yang serupa dengan kejadian pada topik di atas. Tetapi saya yakin tidak semua penyebab berbahaya ini sama alur ceritanya.

Bahaya uang berkurang di atm

Bagi anda yang pernah bekerja di perbankan tentunya sudah sering sekali mendengar kejadian ini, bahkan bisa dikatakan hampir setiap minggu ada yang komplain mengenai berkurangnya saldo rekening tanpa sepengetahuan tuannya. Apabila hal ini terjadi pada anda, apakah anda akan sepakat mengatakan bahwa kejadian ini tergolong bahaya? Ya, tentunya ya, Apalagi jika uang yang berkurang tersebut sangatlah besar bisa puluhan juta bahkan ratusan juta. Bisa-bisa anda juga memanggil direktur BI.Mengapa anda kok mengajak direktu BI? Maksudnya untuk mengajak ngopi bareng. Hehehehehe.

Bagi anda yang belum pernah mengalami hal ini, saya kira anda juga tetap merasakan sedikit kurang nyaman setelah mendengar ada kejadian ATM di dompet, saldo rekening berkurang. Mudah-mudahan anda juga sepakat untuk mengatakan ini adalah berbahaya.

Ini ada sebuah perjalanan komplain nasabah Bank Bri yang tergolong bahaya. Mengapa? Ia mengalami kejadian seperti judul kita di atas yaitu ATM didompet, saldo rekening berkurang dan ia mengatakan tergolong bahaya.

Setelah beberapa hari ia tidak mengecek saldo rekening, terbesitlah pikirannya untuk mampir ke mesin ATM, tidak lama setelah memarkirakan motor, ia bergegas ke mesin ATM. Biasa ya, Ia penasaran tingkat tinggi. Tetapi setelah beberap detik, mukanya merah dan darahnya naik tinggi. Ternyata saldo rekeningnya berkurang beberap juta, Huuuuft. Greget amarahnya sudah mulai menaik, karena ia merasa tidak pernah mengambil uang dalam minggu terakhir ini. Karena saat itu terdapat Bank Bri yang masih buka, ia langsung melaju ke Bank Bri.

Bahaya uang di atm hilang

Semarahnya ia ternyata masih mau mengikuti peraturan tata tertib Bank Bri. Ia mengambil nomor antrian ke CS lalu mengambil tempat duduk. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui permasalahannya, karena ia membisu dengan amarah yang akan di keluarkan nantinya.

Ketepatan giliran nomor antriannya di panggil, ia dengan segera mendatangi meja CS untuk melakukan komplain. Tidak berapa lama dan belum sempat CS memberikan ucapan sapa salam, dengan wajah yang merah dan penuh emosi ia memukul meja CS dengan sekuatnya. Semua kegiatan saat itu langsung pakum dan CS pun panik.

Bapak : “Bagaimana dengan rekening saya, saya tidak pernah mengambil uang di rekening saya dalam minggu ini, sama-sekali tidak pernah, kenapa uangnya sekarang berkurang. Bank harus bertanggung jawab, saya minta Bank harus bertanggung jawab dengan kejadian ini !

Ketepatan yang menjadi CS yang melayaninya saat itu adalah seorang cewek. Huffft, CS pun kaget besar dan sedikit gemetaran. Karena CS tersebut sudah berpengalaman dalam hal ini, maka dengan segera ia mengecek nomor rekeningnya untuk mendeteksi kapan uang di rekening bapak ini berkurang dan dimana tempat terjadi pengurangan saldo rekening bapak ini, melalui ATM atau cara lain yang mungkin bisa terjadi disaat itu.
Bapak : Dengan nada keras ia mengatakan lagi, “ saya tidak pernah melakukan transaksi apapun menggunakan ATM atau cara lain dalam minggu ini”.

CS : Beberapa detik kemudian CS Bank tersebut memberikan kabar gembira kepada bapak tadi dan mengajak ke bagian back office untuk melihat beberapa CCTV tentang transaksi rekening bapak ini dengan layar monitor yang jelas di sebuah mesin ATM BRI. CS tersebut sambil menyapa memberikan pertanyaan yang pelan, “Pak, Rekaman ini adalah rekaman transaksi no rekening yang bapak miliki. Saya sudah cek kebenarannya, tetapi sebelumnya saya ingin menanyakan, apakah orang yang melakukan transaksi ini bapak kenal” ?

Bahaya uang di ATM berkurang

Bapak : Tahukah anda? Tadinya muka bapak itu merah, tetapi sekarang lebih merah mendekati hitam setelah melihat video CCTV barusan. “Ia, saya kenal dengan orang ini, Ia adalah anak saya”.
Huuuuuft, akhirnya lega dan tenanglah CS Bank ini, dan Bapak itu pun dengan malu mengatakan “Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas amarahnya saya tadi”. Dan karena malu, bapak itu langsung keluar dari pintu belakang Bank Bri.

Bagaimana dengan anda? Ya, Apa yang berbahaya? Yang berbahaya adalah Anaknya dan Bapak nya tadi tentunya ya? Setelah diselidiki ternyata anaknya tersebut mengetahui PIN ATM bapaknya karena pernah sekali disuruh mengambilkan uang. Mungkin karena anaknya sudah mengetahui PIN ATM dan ia sedang memerlukan uang, anaknya terpaksa meminjam terlebih dahulu kepada orang tua, hanya sayangnya satu. ia tidak menyampaikan kepada orang tuanya bahwa ia telah mengambil uang di ATM bapaknya. Padahal Kata bapaknya ATM nya senantiasa didalam dompet. Ya, itulah yang namanaya anak, ada yang baik dan ada juga yang harus diberi perhatian yang lebih baik.

Sipp, semoga kisah ini bisa memberikan pengalaman yang bisa diambil hikmahnya. Bagi anda seorang anak, anda jangan coba-coba melakukan kejahatan terhadap orang tua, apalagi sampai mendurhakai, sayangilah orang tua. Anda kenal bapak Choirul Tanjung? Ia mengatakan “Kunci sukses saya dan anda ada di tangan orang tua” Yup. Hati-hati jangan sampai terjadi durhaka kepada orang tua.

Untuk anda seorang anak, saya sarankan untuk melihat artikel Awas ! bahaya durhakan kepada orang tua yang telah terjadi di bumi ini dan bagi anda sebagai orang tua, anda bisa melanjutkan dengan cara mencintai anak anda dengan mengawasinya dari olahraga yang berbahaya yang bisa merusak masa depan anak anda. Yaitu Anak laki-laki anda penggemar sepak bola? Menyundul bola ternyata membahayakan.