Awas ! Sikap Protektif Orangtua Terhadap Anak Dapat Membahayakan Pertumbuhannya

Author - December 6, 2015

Berbahayakah sikap protektif terhadap anak? Mungkin dalam hal ini sikap protektif sering anda dengar dan mungkin anda sebagai orangtua tanpa anda sadari telah bersikap protektif terhadap anak anda. Dari segi perhatian layaknya orangtua hal tersebut sangatlah wajar untuk dilakukan. Mengapa demikian? hal tersebut diharapkan anak dapat lebih waspada dalam seluruh situasi dan kondisi serta kegiatannya. Sehingga rasa was-was dan rasa khawatir yang berlebihan pada diri anda sebagai orangtua tidak akan sering muncul dalam menjaga pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sikap melindungi dan khawatir yang sering dimunculkan oleh anda kepada anak-anak dapat berdampak negative dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Sedangkan, anak seharusnya belajar banyak tentang segala hal (eksplorasi). Untuk sikap protektif yang anda tunjukkan dapat saya pahami, hal tersebut banyak terjadi tidak hanya terhadap anda, pada keluarga lain juga sering terjadi. Namun, dalam hal ini pentingnya sikap menyadari bahwa sikap protektif terhadap anak-anak tidaklah tepat dan dapat berpengaruh terhadap psikologi anak. Kesadaran inilah yang menjadi nilai penting bagi anda untuk melakukan perubahan dalam membimbing pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Meski sebenarnya sikap protektif itu sendiri tidak selalu berakibat buruk. Misalnya saat anak menghadapi sesuatu yang membahayakan dan anak anda belum mengerti, maka anda sudah seharusnya bersikap protektif.

Dalam hal ini, saya sering melihat sikap protektif yang anda tunjukkan lebih di dorong oleh rasa khawatir yang berlebihan (was-was) jika terjadi sesuatu pada anak anda. Pokok masalah yang perlu segera anda benahi dan atasi adalah sikap protektif yang anda tunjukkan tersebut berlaku pada semua hal dalam kehidupan anak anda. Hal ini tentu saja dapat berdampak buruk bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Untuk masa-masa pertumbuhan dan perkembangan, anak membutuhkan pengalaman, pengetahuan, nilai-nilai tertentu yang mestinya diperoleh tidak hanya dari lingkungan keluarga tetapi juga dari lingkungan sosial (pergaulan) pun sangatlah diperlukan. Bersosialisasi sangatlah membantu perkembangan dan pertumbuhan anak dalam bereksplorasi.

orang tua terlalu protektif

Pengalaman, pengetahuan, maupun nilai-nilai yang didapat anak dari lingkungan keluarga maupun lingkungan sosialnya akan dapat dimanfaatkannya untuk bagaimana bersikap atas sesuatu hal yang akan dihadapinya. Dengan demikian anda sebagai orangtua tidak perlu merasa khawatir (was-was) yang berlebihan atas seluruh tindakan anak anda dalam masa perkembangannya. Bagi orangtua pola pengasuhan layaknya system “permainan layang-layang” dapat anda terapkan. Anda setiap saat dapat mengawasi dengan proses tarik ulur sehingga anak tidak merasa terkekang dan justru merasa leluasa untuk melakukan eksplorasi dan berkreatifitas. Secara tidak langsung mental anak juga dapat terjaga dan lebih stabil. Dalam permainan layang-layang ini sejauh anak tidak keluar dari koridor yang telah anda tentukan ataupun masukan yang telah anda berikan, anak anda dapat terus berinovasi dan terbang setinggi mungkin.

Berbicara mengenai bahaya sikap protektif terhadap anak, Anda sebagai orangtua harus menyadari jika bersikap protektif terhadap anak dapat berdampak tidak baik terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan demikian tugas orangtua harus melakukan perubahan pola pengasuhan agar dapat menempatkan sikap protektif anda dalam situasi dan kondisi yang tepat. Sebenarnya tidak ada pola pengasuhan yang baku atau tepat untuk digunakan. Mengapa demikian? Dikarenakan anda sebagai orangtua dapat menerapkan pola asuh tertentu, tetapi di dalam kondisi lain anda juga dapat menerapkan pola asuh yang berbeda. Hal yang prinsip dalam penerapan pola asuh adalah orangtua sebaiknya memahami tahapan perkembangan anak. Untuk dasar kondisi tersebut di atas, perlu anda ketahui dampak apa saja yang akan timbul jika anda terlalu bersikap protektif terhadap anak anda, Adapun beberapa bahaya yang bisa terjadi dari sikap protektif tersebut adalah sebagai berikut :

1. Penakut

Sikap penakut akan lebih sering muncul jika anak anda sering merasa terlindungi oleh orangtua. Untuk melakukan eksplorasi ataupun mengambil keputusan dalam seluruh kegiatan dan kondisi maupun situasi yang sedang dihadapinya, biasanya anak akan merasa ragu dan merasakan rasa was-was yang anda rasakan sebagai orangtua. Sikap keraguan ini yang memicu sel-sel dalam tubuh anak yang menciptakan sugesti yang berlebihan sehingga memicu rasa takut tanpa adanya keberanian dalam bereksplorasi.

2. Tidak Mandiri

Sikap tidak mandiri terhadap anak juga dapat timbul dikarenakan anak tidak dapat melakukan eksplorasi yang baik. Sikap tidak mandiri ini menimbulkan rasa ketergantungan anak terhadap orangtua. Untuk tindakan spontanitas dan cekatan dalam bertindak ataupun mengambil keputusan akan minim untuk anda lihat dikarenakan, anak terbiasa dengan sikap keraguan dan rasa was-was yang berlebihan.

3. Manja

Jelas sudah dengan memiliki sikap penakut dan tidak mandiri, hal tersebut dapat menciptakan karakter yang kurang baik seperti sifat anak menjadi manja. Sifat ini yang tumbuh apabila anda sebagai orangtua tidak melakukan perubahan dalam pola pengasuhan anak. Dengan memberikan kesempatan anak anda untuk bereksplorasi hal tersebut dapat meningkatkan ritme anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya agar dapat bergerak sendiri dan memiliki mental keberanian yang bagus.

bahaya protektif

Sifat manja ini dapat berdampak sampai dengan anak anda dewasa. Jika anda sebagai orangtua tidak menerapkan pola asuh yang berbeda. Memahami dan mengetahui kebutuhan-kebutuhan anak yang perlu didukung dan dikembangkan. Bukan berarti memberikan seluruh yang anak anda inginkan, justru hal itu yang akan menciptakan sifat manja dan ketergantungan kepada anda sebagai orangtua.

4. Egois
Sikap egois anak juga dapat terlihat pada anak yang sering diperlakukan protektif oleh orangtuanya. Mengapa demikian? Hal tersebut dimungkinkan terjadi dikarenakan sifat penakut, tidak mandiri, dan sifat manjanya itulah yang mendorong anak menjadi besifat egois. Terlebih sifat egois ini akan lebih terlihat saat anak anda dalam lingkungan sosialnya seperti dalam kegiatan dengan teman-temannya. Biasanya, anak ingin selalu menjadi pusat perhatian dikarenkan memiliki perlindungan dari orangtua mereka. Biasanya anak akan berpikir dan bebas bersikap apapun, dan jika terjadi sesuatu anak akan secepatnya mencari perlindungan terhadap orangtua.

Dengan permasalahan diatas yang telah saya uraikan, pola asuh dengan sistem permainan “layang-layang” merupakan pola asuh yang bisa anda terapkan pada anak anda. Dengan memberikan batasan-batasan dalam kebebasan yang anda berikan, akan menumbuhkan rasa percaya diri dan anak secara psikologi akan merasa nyaman atas kepercayaan yang anda berikan. Tugas anda sebagai orangtua adalah memandu anak-anak agar terhindar dari pengaruh ataupun informasi yang buruk. Orangtua juga harus dapat memberikan penjelasan dan pemahaman tentang nilai-nilai mana yang baik dan buruk demi pembentukan karakter dan kepribadiannya.

bahaya orang tua protektif

Terimakasih telah membaca artikel Awas! Sikap protektif orang tua terhadap anak dapat membahayakan pertumbuhannya ini. Semoga bermanfaat dan bagi anda yang ingin merubah atau menerapkan sistem “layang-layang dalam pengasuhan terhadap anak anda, sepertinya hal ini bisa anda coba dan terapkan, lalu anda bisa melihat bagaimana perkembangannya. Tentunya anda memerlukan waktu yang sedikit membuat anda harus bersabar, karena untuk mendapatkan nilai yang maksimal tentunya anda harus menerapkan dalam kurun waktu yang lumayan panjang.

Untuk masa depan anak anda alangkah baiknya anda tidak terlupakan dengan artikel yang penting untuk anak anda ini yaitu Apakah anda melakukan 4 kesalahan berbahaya ini terhadap anak anda?